jump to navigation

tips kartu kredit April 25, 2009

Posted by --=AGTACOM=-- in Uncategorized.
trackback

credit-card 3

TIPS Dan TRIK KARTU KREDIT

1. Usahakan Tidak Pernah Melakukan Pembayaran Minimum.

Rahasia besar dari industri kartu kredit modern adalah perusahaan penerbit kartu plastik tidak perlu buru-buru melihat Anda melunasi hutang Anda. Sebaliknya, mereka menghasilkan banyak uang jika Anda hanya melakukan pembayaran bulanan yang minimum. Dan mereka cukup pintar untuk mengetahui bahwa jika mereka menurunkan pembayaran minimum serendah mungkin – katakanlah sekitar 10 % dari total hutang, maka Anda akan terus mengeluarkan uang, dan mereka akan terus mendapatkan keuntungan dari Anda.

Penerbit kartu kredit sama sekali tidak tertarik untuk membuat Anda memahami bahwa jika anda meminjam Rp. 100 Juta dan hanya melakukan pembayaran minimum setiap bulannya (Rp. 10.000.000,-) dengan tingkat suku bunga 3.5% per bulan (42% per tahun), maka anda memerlukan waktu 16 bulan untuk melunasi seluruh utang Anda dengan total pembayaran sebesar Rp. 156.000.000,- (seratus lima puluh enam juta rupiah). Keuntungan yang sangat besar (56%) bagi perusahaan penerbit kartu kredit Anda.

Untunglah Pemerintah kita sudah menaikkan batas pembayaran minimum sebesar 10%. Tentu saja keuntungan perusahaan penerbit Kartu Kredit akan jauh lebih besar bila batas pembayaran minimum dibiarkan lebih rendah sebesar 5% seperti sebelumnya.

Tetapi batas pembayaran minimum ini sendiri tidak akan menyelesaikan masalah. Jika anda memiliki sejumlah utang di kartu kredit dan Anda tidak ingin utang tersebut mencekik leher anda, maka Anda sekurang-kurangnya harus berusaha untuk membayar minimal dua kali lebih besar dari pembayaran minimum setiap bulannya. Tentu saja melunasi hutang kartu kredit Anda setiap bulannya adalah cara yang terbaik.

Namun, jika Anda benar-benar terpaksa untuk hanya membayar minimum payment, pastikan Anda merencanakan budget Anda dengan sangat hati-hati. Semakin lama Anda membayar tagihan Anda, maka akan semakin besar bunga yang harus Anda bayarkan. Beban bunga yang Anda bayar untuk sebuah barang akhirnya bisa jadi lebih besar dari harga barang yang Anda beli.

2. Jangan Pernah Terlambat Membayar Tagihan.

Rahasia lainnya adalah penerbit kartu plastik sama sekali tidak keberatan jika Anda telat melakukan pembayaran karena mereka akan menghasilkan uang yang cukup banyak dengan mengumpulkan biaya-biaya keterlambatan tersebut. Di Amerika Serikat, berdasarkan data dari R.K. Hammers Investment Bankers (sebuah perusahaan konsultan kartu kredit berpusat di California), lebih dari 10% dari pendapatan industri kartu kredit berasal dari biaya (denda) keterlambatan pembayaran ini. (Ada yang punya data di Indonesia ?)

Dan biaya keterlambatan ini sangat memberatkan. Bukan hanya karena Perusahaan kartu Kredit bisa mengenakan Anda denda setinggi Rp. 100.000,- meskipun hanya telat 1 (satu) hari, tetapi mereka juga akan meningkatkan tingkat bunga Anda. Artinya Anda harus sangat hati-hati mengawasi tanggal jatuh tempo tagihan kartu kredit Anda, dan jangan pernah terlambat membayarnya.

Untuk menghindarkan diri dari keterlambatan pembayaran yang mengakibatkan denda. Ikutilah petunjuk-petunjuk penerbit kartu kredit tentang kemana, bagaimana, dan kapan harus melakukan pembayaran tagihan !!

credit-card 2

3. Cari Tingkat Bunga Yang Paling Kompetitive.

Bukanlah hutang yang ”membunuh” banyak pemilik kartu kredit, melainkan bunga yang harus mereka bayar di atas hutang tersebut, apalagi bila Anda terbiasa membayar cicilan bulanan. Pastikan Anda tahu bagaimana biaya bunga ini diperhitungkan. (Saat ini tingkat bunga kartu kredit rata-rata adalah 30%, dan ada yang setinggi 42% per tahun).

Apa yang bisa Anda lakukan ? Pertama-tama yang harus anda periksa adalah pernyataan transaksi kartu kredit Anda dan cari tahu berapa besar persisnya biaya hutang Anda. Setelah Anda melakukan hal itu, Anda bisa shop-around dan membandingkan tingkat bunga kartu kredit Anda dibandingkan yang ditawarkan di tempat lain. Kemungkinan besar anda akan menemukan kartu kredit yang menawarkan tingkat bunga yang lebih kompetitive. Sebelum Anda bersusah-susah mengganti kartu kredit Anda dengan yang lain, telpon perusahaan kartu kredit Anda yang sekarang, dan tanyakan apakah mereka dapat memberikan tingkat bunga yang lebih rendah kepada Anda.

Jika karyawan yang berbicara dengan Anda mnengecewakan Anda, minta bicara dengan Supervisor atau Manager-nya. Beritahu kepada mereka bahwa Anda sedang mempertimbangkan untuk mentransfer hutang Anda ke perusahaan kartu kredit yang lain. Dan secara jelas katakan kepada mereka perusahaan pesaing mereka dan tingkat bunga yang mereka tawarkan. Buatlah mereka yang berjualan: Tanyakan ”Kenapa saya harus tetap menggunakan kartu kredit Anda jika saya bisa mendapatkan tingkat bunga yang lebih rendah di tempat lain?”

Umumnya, jika Anda berbicara dengan sopan dan masuk akal, mereka mungkin akan mencoba untuk mengabulkan permintaan Anda karena pada akhirnya mereka akan berusaha mempertahankan bisnis mereka dengan Anda. Jika Anda tidak mendapatkan apa yang Anda inginkan, mendaftarlah dengan perusahaan kartu kredit yang menawarkan tingkat bunga yang lebih rendah dan pindahkan hutang Anda ke perusahaan yang baru tersebut.

4. Mintalah Grace Period Bebas Bunga.

Jika Anda selalu membayar lunas seluruh tagihan setiap bulan, maka mintalah grace period bebas bunga yaitu waktu setelah Anda melakukan transaksi dan sebelum biaya dikenakan, biasanya antara 25 – 30 hari.

Dengan grace period ini, Anda sebenarnya mendapatkan fasilitas kredit bebas bunga, asalkan Anda membayar penuh tagihan kartu kredit Anda setiap bulan.

5. Mintalah Iuran Tahunan Gratis.

Kebanyakan kartu kredit mengenakan iuran tahunan berkisar antara Rp. 100.000,- s/d Rp. 300.000,- per tahun. Jika Anda mempunyai beberapa kartu kredit, lumayan juga iuran tahunannya. Apalagi kalau Anda punya 7 – 8 kartu kredit seperti rata-rata keluarga Amerika, iuran tahunan yang harus Anda bayar menjadi besar jumlahnya.

Tergantung dari jenis kartu kredit yang Anda miliki, Anda mungkin bisa digratisin iuran tahunan hanya dengan menelpon dan meminta.

Tetapi di lain pihak, hati-hatilah dengan kartu kredit yang tidak mengenakan iuran tahunan, karena mungkin saja mereka mengenakan ”biaya transaksi” setiap kali Anda menggunakan kartu kredit Anda.

6. Hati-hati dengan Kartu ”Travel & Entertainment (T&E)”.

Kartu ”Travel & Entertainment (T&E)”, contohnya American Express atau Diners Club seringkali mengenakan iuran tahunan yang lebih tinggi dibandingkan kebanyakan kartu kredit. Biasanya Anda harus melakukan pembayaran penuh dalam waktu 30 hari sejak menerima tagihan atau biasanya pembelian selanjutnya tidak akan disetujui.

7. Hati-hati dengan Godaan Nol-Persen.

Banyak perusahaan penerbit kartu kredit sekarang menawarkan tingkat bunga ”perkenalan” nol persen kepada nasabah yang mau membuka rekening baru dan mentransfer hutang kartu kredit Anda kepada mereka. Ini bisa jadi penawaran yang baik, tetapi berhati-hatilah. Banyak dari penawaran ”nol-persen” ini memiliki disclaimer tertentu – dengan cetakan/tulisan yang sangat kecil – yang akibatnya jika Anda terlambat membayar meskipun hanya satu hari saja, Anda akan kehilangan tingkat bunga nol-persen atau yang lebih rendah dan bunga Anda akan meningkat.

Lebih buruk lagi, beberapa dari penawaran khusus ini mengandung ”retroactive interest-rate penalties (denda tingkat-bunga yang berlaku surut)” yang artinya penerbit kartu kredit bisa membebankan Anda tingkat bunga yang tinggi untuk setiap hutang yang pernah Anda miliki, bahkan ketika Anda melakukan pembayaran tepat waktu.

Selain itu penawaran ”bunga nol-persen” atau ”bunga lebih rendah” biasanya mulai menghitung bunga sejak hari Anda melakukan pembelian/transaksi.

Jadi hati-hatilah dengan penawaran seperti ini. Penawaran ini bisa sangat luar biasa jika Anda bertanggung-jawab, tetapi jika Anda tergelincir sekali saja, dan Anda bisa sangat menderita.

Pada dasarnya, jika Anda tidak berhati-hati, kartu kredit bisa menjadi bencana keuangan yang akan sangat sulit kita meloloskan diri keluar darinya. Jadi pandai-pandailah menggunakan kartu kredit Anda dan belajarlah untuk menghindari jebakan-jebakannya.

Siapa sih yang mau terllit hutang dan di kejar-kejar oleh debt collcetor ? apalagi Pada masa di mana setiap orang bisa dengan mudahnya membuat kartu kredit seperti sekarang, konsumen makin bebas membeli barang konsumsi tanpa sadar tingginya bunga kartu kredit, maka Anda perlu menerapkan jurus jitu berikut untuk mencegah agar Anda tidak diusik oleh penagih utang.

1. Prioritaskan Bunga Terbesar
Tagihan kartu kredit akan berbunga dan bunganya akan berbunga lagi. Itu sebabnya, Anda harus membayar lunas tagihan Anda. Bila dananya tak cukup, prioritaskan untuk membayar tagihan kartu kredit dari bank yang menerapkan bunga paling tinggi, terutama bila Anda memiliki utang kartu kredit lebih dari satu. Misalnya saja Anda berutang 2 juta rupiah pada bank A yang menerapkan bunga 10 persen dan 1 juta rupiah pada bank B yang membebankan suku bunga 8 persen. Berarti pelunasan utang yang wajib Anda prioritaskan adalah utang dari bank A.
2. Satukan Tagihan dalam Satu Rekening
Bila Anda menunggak utang kartu kredit pada beberapa bank, pindahkan tagihan tersebut pada salah satu bank yang membebankan suku bunga paling rendah. Anda juga bisa melapor pada bank penerbit kartu kredit tersebut bahwa Anda ingin memindahkan rekening kartu kredit karena persaingan antar bank yang tinggi biasanya mereka berani menawarkan bunga lebih rendah.

3. Gunakan untuk Barang Tahan Lama
Pada dasarnya tidak ada yang salah dengan kehadiran kartu kredit asalkan dipakai dengan tepat dan disiplin membayar.

Gunakan kartu kredit untuk membayar barang-barang yang memberikan nilai lebih meski Anda sudah melunasi pembayarannya. Misalnya untuk biaya pendidikan atau membeli komputer. Hindari menggesek kartu kredit untuk membayar tiket konser, biaya liburan, atau makan di restoran.

Yang perlu dipahami, kartu kredit adalah cara untuk meminjam uang dari bank selama 25-30 hari. Manfaatkan waktu ini untuk membayar tagihan kartu kredit sehingga Anda aman dari bunga.
Sebagian orang ada yang memiliki kartu kredit lebih dari 5 kartu kredit, tentunya sangat memusingkan apalagi jatuh tempo yang berbeda – beda. Dari sudut pandang yang positif kartu kredit akan sangat membantu, asalkan digunakan secara disiplin :

a. Ada sebagian pengusaha yang menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran dan membantu cash flow.

b. Bagi para executive kartu kredit dimanfaatkan untuk event – event tertentu : meng- entertaint mitranya, mendapatkan discount, dan memanfaatkan airport lounge.

c. Bagi orang tua yang anaknya sekolah/ kuliah di lain kota, dapat memantau penggunaan kartu supplement yang digunakan anaknya.

d. Sebagai fasilitas yang bersifat urgent atau mendadak.
Dari kesemuanya : Hal yang paling penting adalah menggunakan kartu kredit sesuai kebutuhannya dan melakukan pembayaran tidak melebihi batas jatuh tempo dan lunas.

masyarakat banyak. Setidaknya saat ini bank – bank penerbit kartu kredit telah meng – update system untuk menekan kasus – kasus yang terjadi dan meningkatkan kepuasan costumernya, dan mentargetkan penyelesaian complain.
Masalah yang umum terjadi biasanya berasal dari :

a. Kurangnya informasi dan pemahaman pemegang kartu kredit sehingga menimbulkan masalah sampai masalah semakin besar baru costumer complain.
b. System birokrasi di bank yang tidak bisa memutuskan masalah cenderung dibuat mengambang.
c. Front liner ( direct sales, tele sales, dll ) cenderung kurang menyampaikan produk secara lengkap, karena sales mengejar target /bonus.
d. Beberapa pihak costumer cenderung merasa banar.
e. Juga custumer kurang perduli terhadap kartu – kredit yang dimilikinya.
f. Niat jahat para carder untuk mendapatkan uang haram.

Contoh sederhana :
Ada seorang pemegang kartu kredit dengan santai menelpone sales kartu kredit,
Pemegang kartu kredtit : “Mas gimana, nich kok kartu kreditnya nggak platinum”.
Sales Kartu kredit : “Ya, pak mungkin …bigini…dan….begitu…….”.
Pemegang kartu kredit : “Gimana.. sih..kamu..!!! saya batallll, dan kartu saya kembalikan”.
“Saya tunggu…, klo saya nggak ada kartu saya titip di sekretaris saya”.
Sales Kartu kredit : “Maaf pak,…saya yang urus………….
Kemudian satu bulan berikutnya si pemegang kartu datang ke bank dengan marah – marah karena datang tagihan yang bukan transaksinya…..
Masalah tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi hingga, sang boss pemilik kartu tak perlu marah – marah hingga jantungan. Costumer service tak perlu binggung ketimpa masalah, sedang sales tak perlu terlibat masalah baru harus bayar dan di pecat.
Menurut saya ya..gara – garanya kurang pahamnya prosedur si Boss, sehingga membuka peluang orang ngiler…dirasuki setan, apalagi setan kepepet. Nah untuk infomasi lebih lanjut tentang kartu kredit silahkan hubungi Bpk ARYS BUDIANTO (CV. Opo-Opo Ono)

Email : ian_budiyanto@yahoo.com

Menerima :

~Distributor Pulsa Electrik

~Alat Penghemat BBM

~Alat Penghemat Kompor Gas

~ Distributor Kopi Singa

~ dan Lain-Lain..!

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: